UMKM Harus Lakukan 5 Syarat Ini Agar Permohonan Modal Disetujui

UMKM Harus Lakukan 5 Syarat Ini Agar Permohonan Modal Disetujui

JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kala terkendala akan permodalan. Banyak pengusaha UMKM yang tak bisa meneruskan ide bisnisnya karena hal itu.

Selain moda usaha sendiri, akses modal pun dinilai terbatas. Akan tetapi, tidak selalu akses permodalan yang terpatok.

Dapat dimungkinkan bahwa bisnis kamulah yang belum siap. Sehingga, permohonan modal tidak disetujui.

  Membaca juga: Manfaatkan Investasi Amazon, UMKM Harus Naik Kelas dan Go Digital

Mengutip instagram Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (23/6/2020), oleh sebab itu, berikut persiapan yang harus dilakukan biar mendapatkan akses permodalan untuk UMKM:

satu. Menghitung Kebutuhan Modal Bersasarkan Rancangan Usaha

Kurang seksama kebutuhan modal yang dibutuhkan untuk mencapai target-target di program usaha, misalnya target kapasitas penerapan, penjualan dan lain-lain. Rincikan pula, berapa modal untuk investasi, & berapa untuk operasional.

Investasi terdiri dari membeli tanah, mesin dan urusan izin. Sedangkan, operasional adalah fee konsultan, gaji karyawan, air, listrik & lain-lain.

  Baca juga: Masih Banyak UMKM Belum Rasakan Stimulus Rp123, 4 Triliun

2. Mengenal Ragam Akses Simpanan

Jenis kanal modal ada yang bersifat pinjaman (harus dicicil dan kembalikan). Ada yang penanaman modal atau ekuitas (tidak perlu dikembalikan, tetapi berbagi kepemilikan dan pengendalian perusahaan).

Pelajari lebih kurangnya, dan tentukan mana yang perlu diprioritaskan untuk konteks kebutuhan kongsi saat ini.

  Baca juga: Go Digital, UMKM Diharapkan Bisa Naik Bagian

3. Menghitung Aset dan Nilai Kongsi untuk Negosiasi

Perusahaan X memiliki total aset Rp1 miliar berupa aset lestari dan piutang (invoice). Karena timnya solid, omzet tahun terakhir Rp2 miliar.

Apakah layak dipinjamkan dana Rp2 miliar dicicil 3 tahun? Atau, layakkah disuntik dana Rp2 miliar untuk 10% saham?

Aset tidak sama dengan biji perusahaan. Keduanya perlu dihitung dalam negosiasi dengan calon investor.

4. Mendiskusikan Detail Perjanjian dengan Calon Investor

Untuk pinjaman, aspek terpenting untuk didiskusikan adalah skema penghitungan bunga, jangka masa pinjaman atau tenor, tanggal batas waktu cicilan, dan biaya yang lain.

Untuk ekuitas, yang penting adalah besaran suntikan modal dan saham yang diminta. Dukungan nonfinancial yang dapatkan diberi incvestor, penempatan direksi oleh investor.

5. Mengevaluasi Biaya Modal

Bunga pinjaman 12% bohlam tahun apakah lebih mahal ataupun murah dibanding melepas saham 10%? Ada kebebasan jika meminjam modal bank tidak menuntutu laporan semasa pembayaran cicilan lancar.

Jika melepas saham, bakal diminta laporan rutin, tapi kongsi juga justru bisa mendapat bukti dari mitra investor. Murah atau mahalnya tidak dapat dinilai lantaran biaya dan manfaat nominal kekayaan saja, aspek non uang pula perlu dievaluasi.

(rzy)

Loading…