Subsidi Iuran BPJS Kesehatan Kelas III, Kemenkeu Siapkan Rp3, 1 Triliun

Subsidi Iuran BPJS Kesehatan Kelas III, Kemenkeu Siapkan Rp3, 1 Triliun

JAKARTA – Kementerian Keuangan memastikan kenaikan iuran BPJS Kesehatan dilakukan bertahap. Bahkan iuran BPJS untuk status III masih disubsidi oleh negeri.

Direktur Jenderal Kemenkeu Askolani mengatakan, pemerintah berkomitmen membantu masyarakat menengah ke bawah. Dalam mana iuran kelas III tentu Rp25. 500 dan sisanya dibayarkan pemerintah.

Mengaji Juga: Iuran BPJS Kesehatan Naik Jadi Trending Topic, Begini Hasil Warganet

“Gap antara tarif yang ditetapkan Rp25 ribu untuk PBPU dan BP itu akan ditanggung pemerintah pada 2020 ini. Yang jumlahnya menyentuh Rp16. 500 dan ini buat kebuthan tanggungan pendanaan gap ini masuk ke anggaran 2020 sebesar Rp3, 1 triliun, ” sebutan dia dalam telekonferensi, Kamis (14/5/2020).

Asko menjelaskan, di dalam 2021, iuran kelas III PBPU dan BP akan disesuaikan menjadi Rp35. 000 per orang bola lampu bulan. Kemudian sisanya akan dibayarkan pemerintah pusat dan daerah. Asko mengklaim, kenaikan iuran tersebut untuk membantu pelayanan BPJS agar pelayanannya lebih baik.

MA Batalkan Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan  

“Sedangkan buat kelas II dan I malah di perpres baru diturunkan dibandingkan perpres lama, ” imbuhnya.

Sekedar diketahui, Iuran BPJS Kesehatan akan naik mulai satu Juli 2020. Kenaikan ini setelah Presiden Jokowi meneken Peraturan Kepala (Perpres) nomor 64 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Susunan Presiden nomor 82 tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Iuran bagi Peserta Penerima Sandaran Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan ditetapkan sebesar Rp42. 000 per bulan. Dalam pasal 34 Perpres tersebut dikatakan, disebutkan besaran iuran untuk peserta PBPU dan BP secara manfaat pelayanan kelas III serupa dengan besaran iuran bagi pengikut PBI.

(kmj. -)

Loading…