Stafsus Sri Mulyani: Tidak Benar Besok Sembako Dipajaki!

JAKARTA – Staf khusus Menteri Keuangan (Menkeu), Yustinus Prastowo memastikan pajak perkembangan nilai (PPN) pada sembako hingga jasa pendidikan tidak diterapkan tahun ini. Dia menjelaskan, penerapan aturan PPN ini akan dilakukan sesudah kondisi ekonomi pulih.

“Kami komitmen, penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan tidak hendak terjadi saat masa pandemi. Kita mau ekonomi betul-betul pulih, sekarang saat ini kita siapkan semuanya. Tidak benar kalau ada retribusi sembako dalam waktu depan, jasa pendidikan, kesehatan, nanti atau lusa, bulan depan, atau tahun ini dipajaki, tidak, ” ungkap Yustinus, dalam video virtual, Jumat (11/6/2021).

Baca Juga:   Bu Sri Mulyani, Ini Pengaruh Domino Pajak Sembako serta Sekolah

Dalam kesempatan yang serupa Ekonom Senior Fadhil Hasan menilia bahwa kenapa polemik PPN sembako, Pendidikan, Perluasan kewenangan Penyidikan Pajak semakin tinggi dan terkesan penolakan reformasi meluas karena ada distrus tinggi kepada berbagai kebijakan pemerintah.

Baca Juga: Mengherankan! Ternyata Ini Alasan Sembako Kena Pajak

“Sayangnya, yang terjadi saat ini adalah kalau terdapat distrust yang lulus tinggi, sehingga dikhawatirkan penerapan reformasi KUP tidak mau berjalan efektif. Distrust tersebut terjadi justru karena banyaknya kebijakan pemerintah yang tidak konsisten, sensitif dan kontroversial. Misalnya saja terkait secara pelemahan KPK, rencana impor beras, pembatalan haji, pemindahan ibukota, anggaran alutsista serta banyak lagi, ” katanya.