satu Tahun Jokowi-Ma’ruf Amin, Biaya Pemasokan Masih Jadi PR

satu Tahun Jokowi-Ma'ruf Amin, Biaya Pemasokan Masih Jadi PR

JAKARTA – Tepat setahun lalu Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjalani pelantikan di dalam sidang Paripurna MPR yang dipimpin langsung Ketua MPR Bambang Soesatyo di Gedung Parlemen. Kepala Negeri berkomitmen tetap fokus membangun infrastruktur di seluruh daerah pada era keduanya ini.  

Salah satu tujuan Jokowi adalah menyambungkan seluruh infrastruktur di Desa Air untuk meningkat perekonomian dalam daerah tersebut. Meskipun investasi infrastruktur masih jauh tertinggal, pemerintah memacu ketersediaan infrastruktur konektivitas.

Mengaji Juga:   Namanya Diabadikan Siap Jalan di Abu Dhabi, Jokowi: Eratnya Hubungan RI-UEA

“Hal ini untuk menyandarkan biaya logistik dan memberikan kemudahan bagi rakyat menuju fasilitas baik dasar. Daerah-daerah yang dulu terisolasi kini telah tersambung, ” tulis laporan tahunan Presiden Jokowi serta Wakil Presiden Ma’ruf Amin dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP) yang dikutip Okezone , Selasa (20/10/2020).

Stok infrastruktur Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) PDB naik drastis. Tercatat, pada 2015, nilai stok infrastruktur angkanya 35% yang dalam kurun waktu 4 tahun naik 8%.

“Peringkat konektivitas infrastruktur kita membaik, ” tulis laporan tersebut.

Baca Juga:   UEA Resmikan Nama Jalan Kepala Joko Widodo, Begini Penampakannya

Meski begitu, sedang ada pekerjaan rumah yang belum beres, yaitu menurunkan biaya logistik. Pasalnya, biaya logistik Indonesia zaman ini masih 23, 5% dari PDB.

“Angka ini masih tertinggi di antara negeri2 Asia Tenggara. Biaya logistik tersebut harus dipangkas, ” tutupnya.

(fbn)