Proyek Industri Metanol USD2 Miliar Bahan Dibangun di Kalimantan Timur

Proyek Industri Metanol USD2 Miliar Bahan Dibangun di Kalimantan Timur

JAKARTA – PT Bakrie Capital Indonesia (BCI), PT Ithaca Resources dan Air Products membuat konsorsium untuk membangun industri metanol senilai USD2 miliar di Batuta Industrial Chemical Park, Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan kontrak masa panjang tersebut, PT Bakrie Capital Indonesia dan PT Ithaca Resources akan memasok bahan baku batu bara dan telah berkomitmen untuk mengambil alih produksi metanol untuk dipasarkan di Indonesia. Batu bara yang dipasok dari tambang milik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) & PT Ithaca Resources tersebut lalu diolah oleh fasilitas produksi milik Air Products untuk diproduksikan menjadi metanol.

Baca Juga:   Penyebab Harga Batu Bara Rujukan Turun dalam 2 Bulan Terakhir

Fasilitas itu nantinya akan mampu memproduksi hampir 2 juta ton metanol bola lampu tahun dihasilkan dari hampir enam juta ton batubara per-tahun. Order ini diharapkan onstream pada tarikh 2024.

“Ke pendahuluan, setelah konstruksi fasilitas produksi jadi dalam 3 tahun, industri metanol akan mengurangi impor Bahan Menjilat Minyak (BBM) secara signifikan serta pada akhirnya akan mengurangi tekanan pada mata uang rupiah, ” ujar CEO PT Bakrie Capital Indonesia Adika Nuraga Bakrie, pada keterangannya, Sabtu (16/5/2020).

Sementara itu, Presiden Direktur Ithaca Resources Agoes Projosasmito mengatakan, perluasan industri hilir batubara yang menetapkan nilai produk batu bara berkalori rendah ini sejalan dengan pandangan Presiden Jokowi.

Baca Juga:   Harga Batu Bara Acuan RI Kembali Turun Jadi USD61, 1/Ton

“Proyek ini akan mengantarkan kita menuju era baru pabrik tambang batubara di Indonesia, & akan mengubah paradigma sekarang yang memperlakukan batubara hanya sebagai sasaran bakar. Setelah ini, batubara bakal diposisikan sebagai raw material istimewa dalam memproduksi produk industri anak bernilai tinggi, dan pada kesudahannya akan membantu pertumbuhan ekonomi kita, ” ujar Agoes.

Loading…