Peristiwa Covid-19 Naik Usai Lebaran, Menko Airlangga Minta Kesadaran Bermasker Ditingkatkan

JAKARTA – Perkembangan kasus pengesahan harian dan kasus aktif Covid-19 secara umum masih terkendali, namun mulai menunjukkan tren kenaikan pada kurang hari terakhir pasca Idulfitri.

Tingkat urusan aktif di Indonesia mulai 6 Juni 2021 sebesar 5, 3%, masih jauh lebih baik dari kasus aktif global di angka 7, 5%. Sedangkan tingkat kesembuhan Indonesia berada dalam 91, 9% (Global 90, 3%); dan kematian sejumlah 2, 80% (Global 2, 15%). Kasus aktif nasional per 6 Juni 2021 yang berjumlah 98. 455 kasus, mengalami penurunan sebesar 44, 2% dibandingkan sebab puncak kasus pada 5 Februari 2021.

Jumlah kasus aktif terendah terjadi pada tanggal 18 Mei 2021 yakni sebanyak 87, 514 kasus. Namun, sejak 19 Mei 2021 kembali mengalami tren peningkatan, bahkan pada 29 Mei – 2 Juni 2021 kasus aktif berada di atas 100. 000 urusan.

Kenaikan kejadian aktif pasca Idulfitri mempunyai rata-rata kasus aktif di seminggu terakhir meningkat 0, 85% dibandingkan dengan sama minggu sebelumnya.

“Kita perlu mewaspadai era peningkatan kasus setelah libur Idulfitri yang diperkirakan terjadi pada 4-5 minggu setelahnya, ” ujar Menteri Pemimpin Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Konferensi Pers usai Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/6/2021).

Menyuarakan Juga:   Positif Corona, 23 Warga Madura Dikarantina di RSLI Surabaya 

Tren penyungguhan harian sebelum Idulfitri pada kisaran 5. 000-6000 kejadian perhari, satu minggu pasca Idulfitri yakni pada 13-19 Mei 2021 mengalami gaya penurunan, namun sejak 19 Mei terus mengalami peningkatan kembali ke angka 5. 000-6. 000 kasus bohlam hari.

Dipadankan negara lain, jumlah urusan terkonfirmasi mingguan per satu juta penduduk di Nusantara masih jauh lebih sedikit, yakni Indonesia 147 orang per 1 juta warga; Malaysia 1. 607 karakter per 1 juta penduduk; India 662 orang mulai 1 juta penduduk; serta Perancis 731 orang mulai 1 juta penduduk.

Di Indonesia terdapat 5 provinsi dengan kasus aktif terbesar yang berkontribusi atas 65% kasus aktif tingkat nasional, antara lain adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Papua, dan Riau. Provinsi di Pulau Jawa berkontribusi sebesar 52, 4% terhadap peristiwa aktif nasional, sedangkan provinsi di Sumatera berkontribusi sejumlah 26, 5%.

Bed Occupancy Rate (BOR) Nasional rata-rata mingguan menjalani peningkatan 14, 07% dipadankan rata-rata minggu sebelumnya di mana per 6 Juni BOR Nasional sebesar 40%.

Terdapat 14 Provinsi dengan BOR dalam atas rata-rata nasional, serta 5 Provinsi dengan BOR di atas 50% yakni: Kalimantan Barat, Jawa Tengah, Kepulauan Riau, Jambi, & Riau.

Bola lampu 6 Juni 2021, 22 provinsi mengalami tren peningkatan rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit dipadankan rata-rata dua minggu sebelumnya.

BOR Isolasi dan Intensif ICU di tingkat kabupaten/kota meningkat bersamaan dengan peningkatan kasus rajin yang terjadi. BOR Isolasi di beberapa kabupaten/kota pada Sumatera dan Jawa makin melebihi 70% dan tersedia yg 100% seperti dalam Musi Rawas Utara, Toba Samosir, dan Lanny Hebat. BOR Intensif (ICU) dalam beberapa kabupaten/kota juga menyentuh lebih dari 70%, makin di Jawa Tengah serta Jawa Barat terdapat dengan mencapai 100% seperti di Majalengka dan Rembang.