Perbaikan Ekonomi RI Kuartal III Dinilai Lebih Lambat, Kok Bisa?

Perbaikan Ekonomi RI Kuartal III Dinilai Lebih Lambat, Kok Bisa?

JAKARTA – Perekonomian Indonesia resmi mengakar jurang resesi pada kuartal III-2020 dimana pertumbuhan ekonomi Indonesia masih negatif sebesar -3, 49%. Angka ini turun dibandingkan pada kuartal II-2020 yang juga minus sejumlah 5, 32%.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan, meskipun angkanya berkurang, tetapi catatan ini masih cukup kecil. Hal ini bila dibandingkan dengan negara-negara lain dengan merupakan mitra dagang Indonesia.

  Baca juga: Resesi Kelanjutan Covid Tak Akan Berujung Gawat

Tauhid mengirimkan, China berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonominya dari kuartal II-2020 sebesar 3, 2% dan kuartal III-2020 menjelma 4, 9%. Amerika Serikat meskipun masih negatif tetapi mengalami pemeriksaan sekitar 67, 8%, Singapura 47, 4%, Korea Selatan 51, 9%, Vietnam 550%, Hong Kong 62, 2%, Uni Eropa 71, 9%.

“Jadi, jika kemarin BPS menyampaikan ada mulia yang kurang bahwa perbaikan ekonomi kita jauh lebih lambat dipadankan negara-negara mitra dagang kita, meskipun pada negara-negara yang sama-sama kondisinya masih negatif maupun negara-negara dengan sudah duluan positif seperti China dan Vietnam, ” ujar Tauhid dalam video conference, Minggu (8/11/2020).