Pejabat OJK Minta Perbankan Jangan Kejar-Kejar Nasabah

Pejabat OJK Minta Perbankan Jangan Kejar-Kejar Nasabah

JAKARTA – Otoritas Uluran tangan Keuangan (OJK) meminta agar perbankan tidak mengejar nasabah dalam menodong kredit yang digunakan. Untuk tersebut, OJK telah membuat kebijakan untuk mempermudah masyarakat yang terdampak pandemi serta meredam volatilitas pasar keuangan.

Ketua Mahkamah Komisioner OJK Wimboh Santoso mengucapkan telah memberi ruang gerak untuk sektor riil. Seperti program restrukturisasi perbankan, perusahaan pembiayaan dan LKM, relaksasi penilaian kualitas kredit ataupun pembiayaan atau penyediaan dana lain hanya berdasarkan satu pilar sampai dengan Rp10 miliar.

  Baca juga: Covid-19 ‘Menggelayuti’ Ekonomi RI, Bos OJK: Likuiditas Perbankan Masih Kuat

Kemudian relaksasi kewajiban pelaporan untuk emiten skala kecil dan ukuran menengah, himbauan tidak menggunakan debt collector, pengembangan ekosistem digital UMKM. Adapun kebijakan ini agar nasabah tidak dikejar perbankan.

“Dari OJK kami telah menyingkirkan berbagai kebijakan di antaranya bagaimana para nasabah tidak dikejar-kejar oleh bank tidak dikategorikan macet & perbankan tidak perlu membuat penyediaan yang cukup besar, sehingga kita keluarkan POJK restrukturisasi yang disebut POJK 11, ” ujar Wimboh dalam diskusi virtual, Jakarta, Minggu (27/9/2020) malam.

  Baca juga: Meski Kritis, Kredit Tak Macet Berkat Rencana Restrukturisasi

Tempat mengatakan OJK juga diberikan arahan yang lebih besar dalam melaksanakan eksekusi-eksekusi kebijakan di antaranya tersedia jaring pengaman sosial yang luar biasa besarnya dari pemerintah dalam memulihkan ekonomi Indonesia.

“Jadi bagaimana kita menyampaikan bantuan sosial agar masyarakat mampu bertahan untuk hidup dan alhasil bisa survive ke depan, ” tandasnya.

(rzy)