Pabrik Makanan dan Minuman Diramal Lahir hingga 5%

Pabrik Makanan dan Minuman Diramal Lahir hingga 5%

JAKARTA – Kementerian Perindustrian memproyeksikan bahwa sektor industri makanan dan minuman akan tetap tumbuh di tengah dampak pandemi Covid-19.

“Kami memperkirakan pertumbuhan zona industri makanan dan minuman berada di angka 4% sampai 5%, ini sudah cukup bagus, ” ujar Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Abdul Rochim di dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Sabtu (25/4/2020).

Lebih sendat, industri makanan dan minuman adalah salah satu sektor yang memperoleh izin untuk beroperasi selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang diterapkan di sejumlah wilayah Indonesia. Dengan demikian, industri ini dapat tetap beraktivitas dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Kami lestari mendorong agar industri dapat melangsungkan aktivitas produksinya dengan memperhatikan aspek keselamatan kerja sesuai prosedur dan protokol kesehatan dalam menghadapi wabah Covid-19, ” pungkasnya.

Seperti diketahui, Kemenperin telah mengusulkan berbagai kebijakan untuk mengawal sektor industri makanan & minuman sehingga dapat memperoleh kesenangan dalam berproduksi khususnya di era darurat Covid-19.

“Kami mengusulkan pos tarif pembebasan bea masuk impor dalam rangka penanganan dampak Covid-19 yang tersedia pada stimulus jilid II, ” ujarnya.

(dni)

Loading…


Baca Info Lainnya di Data HK