Menperin Pamer Kekuatan Industri Fesyen Muslim Indonesia

menperin-pamer-kekuatan-industri-fesyen-muslim-indonesia-1

JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong pengembangan industri fesyen muslim karena memiliki potensi besar dalam memacu perekonomian nasional.

Untuk itu, Indonesia sudah punya Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, di antaranya penguatan rantai nilai halal, yang terdiri atas industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, industri farmasi dan kosmetik halal, dan industri energi terbarukan.

Baca Juga: Rugi Rp5, 25 Triliun, Levi’s Akan Pangkas 700 Pekerjaan

“Industri fesyen muslim memiliki potensi yang besar mengingat konsumsi fesyen muslim di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan rata-rata 3, 2% per tahun. Pada 2020, Indonesia berada di urutan kelima konsumen fesyen muslim dunia, ” kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari Antara, Selasa (22/6/2021).

  Indonesia, kata dia, juga menjadi eksportir terbesar kelima di negara anggota OKI, dengan proporsi 9, 3%. Nilai ini jika dilihat secara global baru berkisar 3, 8% dari total pasar produk halal dunia.

Baca Juga: Konsumsi Fesyen Muslim di Indonesia Capai Rp314, 15 Triliun

“Tidak hanya peluang pasar global yang diproyeksikan mencapai 1, 84 miliar penduduk muslim di dunia pada 2023, kebutuhan produk halal dalam negeri pun masih terbuka luas dengan populasi penduduk muslim 87% dari total penduduk Indonesia, ” kata Menperin.

Kepala BSKJI Doddy Rahadi menyebut pemulihan ekonomi nasional tengah menunjukkan perkembangan yang positif. Tercermin dari capaian purchasing managers index (PMI) manufaktur Indonesia pada Mei 2021 yang berada pada nilai tertinggi sepanjang sejarah, yaitu pada angka 55, 3.