Libur Panjang Akhir Oktober, Operasional Angkutan Barang Dibatasi

Libur Panjang Akhir Oktober, Operasional Angkutan Barang Dibatasi

JAKARTA – Berjalan mengantisipasi lonjakan arus lalu lin pada libur Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah pekan aliran, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Tanah Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubdat Kemenhub) akan mengeluarkan Surat Edaran yang mengatur tentang Pembatasan Operasional Pikulan Barang Pada Masa Arus Mudik dan Balik Libur Nasional serta Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah.

Adapun pembatasan operasional tersebut akan berlaku untuk arus mudik pada 27-28 Oktober 2020 & arus balik pada 31 Oktober- 2 November 2020.

  Baca juga: Semua Serba Digital, Pelaku Usaha Diuntungkan Ekosistem Logistik Nasional

“Angkutan barang yang dikenakan pembatasan operasional adalah mobil barang dengan pivot 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, & kereta gandengan; dan mobil bahan yang digunakan untuk mengangkut bakal galian meliputi tanah, pasir, dan/atau batu, bahan tambang, dan bahan bangunan, ” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi di Kamis (22/10/2020).

Menurut Dirjen Budi, pembatasan operasional angkutan barang ini demi mendahulukan kelancaran lalu lintas dan pikulan jalan, serta mengoptimalkan penggunaan serta pergerakan lalu lintas pada kala libur mudik dan balik Libur Nasional dan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah yang diperkirakan akan terjadi pekan depan.

Menangkap juga: 4 Pelabuhan Terapkan Pola Canggih Logistik Nasional

”Maka dari itu Ditjen Hubdat akan melakukan pembatasan operasional angkutan barang pada Tol Jakarta-Cikampek, ” katanya.

Meski demikian, lebih sendat lagi Dirjen Budi menyatakan pemisahan operasional angkutan barang ini tidak berlaku bagi beberapa jenis organ angkutan barang dengan muatan terbatas.

Baca pula: Masalah Daya Saing Logistik Indonesia, Menhub: Kita Sadar

“Pembatasan ini tidak asi bagi mobil barang pengangkut tujuan bakar minyak atau bahan menjilat gas, barang ekspor dan memasukkan dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum pada kemasan, ternak, pupuk, hantaran pangkalan dan uang, serta barang-barang penting seperti beras, tepung terigu, serta sebagainya, ” ungkap Dirjen Sifat.

Pekerjaan konstruksi di sekitar main road Bulevar Tol juga akan dihentikan tatkala selama masa arus mudik dan arus balik libur Nasional & cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah mulai agenda 28 Oktober 2020 sampai secara tanggal 1 November 2020 mendatang.

“Pemberlakuan pemisahan operasional* angkutan barang ini nantinya akan memperhatikan juga kondisi dalam lapangan saat hari-H dan serasi dengan diskresi dari Polri. Jadi memungkinkan untuk dilakukan perubahan sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dan dinamika dalam lapangan. Selain itu selama aliran mudik dan balik saya mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti adat kesehatan dengan 3 M yaitu menjaga jarak, mencuci tangan, & memakai masker, ” pungkas Dirjen Budi.