Kuartal III-2020 Penentu Indonesia Resesi, Bagaimana Prediksinya?

Kuartal III-2020 Penentu Indonesia Resesi, Bagaimana Prediksinya?

JAKARTA – Perekonomian Indonesia diprediksi akan terperosok ke jurang resesi pada kuartal-III 2020. Diketahui, pada kuartal-II menunjukkan pertumbuhan ekonomi sudah minus 5,32%.

Sementara, negara dinyatakan resesi jika mengalami minus selama dua kuartal berturut-turut atau lebih. Oleh sebab itu, kuartal III-2020 menjadi penentu akan resesi Indonesia.

Berikut beberapa fakta mengenai ekonomi Indonesia akan alami resesi yang berhasil dirangkum oleh Okezone, Jakarta, Minggu (16/8/2020).

 Baca juga: Ekonomi Indonesia Kuartal II Minus 5,32%, Menko Airlangga: Tidak Separah Negara Tetangga

1. Kuartal III minus 1%

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan berdasarkan data analisis pihaknya perekonomian Indonesia pada kuartal III minus 1%. Kemudian, akan mengalami tumbuh positif pada kuartal-IV, yang diproyeksi sebesar 1,38% dan secara keseluruhan perekonomian Indonesia tahun 2020 minus 0,49%.

“Kita perlu memompa lagi di kuartal III karena itu penentuan bagi kita. Pemerintah telah membelanjakan dari Rp 2.700 triliun dari anggaran yang sudah disiapkan termasuk anggaran PEN. Sampai dengan bulan Juni sudah membelanjakan Rp 1.000 triliun, sehingga tentu dalam kuartal III dan IV diharapkan bisa membelanjakan Rp 1.700 triliun,” kata Airlangga saat menghadiri Rakornas Apindo 2020 secara virtual, beberapa waktu lalu.

 Baca juga: 10 Poin Penting Pidato Presiden bidang Ekonomi, Salah Satunya soal Krisis

2. Airlangga Optimis Kuartal IV Mulai Membaik karena Beberapa Sektor Mulai Tumbuh

Dia menyebut beberapa sektor usaha sudah mengalami perbaikan seiring berjalannya kuartal-III 2020. Di antaranya adalah Purchasing Manager’s Index (PMI) Indonesia atau indeks manufaktur Indonesia berada di posisi 46,9. Kemudian, indeks keyakinan konsumen juga mengalami peningkatan atau sudah mencapai 83,8.

“Kita lihat dari sektor kendaraan bermotor juga ada kenaikan dari minus 82 ke minus 54,” ujarnya.

Loading…