Kembangkan Proyek Movieland, MNCN Siapkan Capex USD65 Juta dalam 2022

kembangkan-proyek-movieland-mncn-siapkan-capex-usd65-juta-pada-2022-1

JAKARTA kacau PT Media Nusantara Cermin Tbk ( MNCN ) menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) USD60 juta hingga USD65 juta dalam tahun depan. Hal itu didukung dengan adanya rencana Movieland.

“Capex MNCN USD40 juta-USD45 juta pada 2021. Tahun depan, USD60 juta – USD65 juta, karena ada Movieland, ” kata Direktur Istimewa MNCN Noersing, Rabu (8/9/2021).

MNCN kembali membuktikan dominasinya dalam pencapaian bagian pemirsa nasional melalui penerapan konten yang berfokus dalam segmentasi pasar di Indonesia.

4 FTA TV milik Perseroan, yakni RCTI, MNCTV, GTV, dan iNews sekali lagi lulus mempertahankan posisinya di ujung industri media dengan mengambil pangsa pemirsa tertinggi diantara semua grup TV FTA di Indonesia dengan meraih lebih dari 56% pangsa pemirsa di slot Prime Time dan 41, 6% pangsa pemirsa di slot non Prime Time.

Perseroan berkomitmen buat senantiasa memperkuat kualitas kemampuan produksi dan terus memajukan jumlah produksi konten lokal terbaru bagi platform TV-nya (sekitar 80% dari total konten yang disiarkan), membuktikan hasil yang memuaskan secara konsisten meraih bertambah dari 53% pangsa spektator selama empat bulan terakhir.

Menangkap Juga:   Media Nusantara Citra Berhasil Mempertahankan Gaya Terdepan di Semua Garis Bisnis

Selain itu, serial pelaku Perseroan dengan kinerja ulung berjudul “Ikatan Cinta” sudah mempertahankan rekor rating dan pangsa pemirsa, serta jadi meraih posisi tertinggi, cara sebagai program terbaik pada bulan Juli dan pula sebagai program drama seri yang terbaik di sepanjang tahun, berdasarkan data Nielsen. Program-program MNCN lainnya juga menunjukkan kinerja yang istimewa dengan mencatatkan 9 daripada 10 program, masuk jadi program yang paling banyak ditonton selama bulan Juli 2021.

Selain itu, Perseroan juga berfokus untuk memperluas sumber penerimaan kontennya melalui berbagai jalan dalam meningkatkan pendapatan yang berasal dari monetisasi IP. Baru-baru ini, MNCN sudah memiliki kesepakatan dengan kurang perusahaan FMCG terkait benar dalam penggunaan karakter dan logo serial drama hak Perseroan pada kemasan keluaran mereka untuk meningkatkan pemasaran merek tersebut, melalui kemasyhuran karakter kita yang asing biasa di masyarakat.

Lebih lanjut, Perseroan juga memiliki KIKO, konten animasi yang diproduksi tunggal oleh Perseroan dan betul sukses di pasaran, sudah hadir di lebih daripada 63 negara di segenap dunia. IP animasi populer lainnya yang berjudul Bima, dilisensikan untuk produksi mainan dan telah menerima respons konsumen yang luar pokok, dimana dalam waktu kepala minggu, lisensi tersebut menerima lebih dari 2 juta pesanan.

Baca Juga:   Ditopang Iklan, MNCN Targetkan Kenaikan Pendapatan dan Laba Tahun Ini

MNCN memiliki unit manajemen artis terbesar di Nusantara dengan sekitar 400 artis di bawah naungannya, dengan mewakili berbagai kategori talent seperti penyanyi, presenter, bintang film, aktris, komedian, koki, pesulap, dan influencer di media sosial. Melalui bisnis unit tersebut, Perseroan terus mengambil ketersedian artis yang baru, yang direkrut melalui berbagai program pencarian bakat dengan disiarkan melalui TV FTA milik MNCN.

Unit manajemen artis tersebut berfungsi sebagai entitas manajemen resmi bagi semua finalis. Divisi strategis lainnya pada bawah divisi talent pula menunjukkan kinerjanya yang menjanjikan, dengan berkembangnya label irama kami dan operasional Multi Channel Network (MCN) secara sangat pesat. Hingga saat ini, MNCN telah mempunyai 144 saluran MCN di bawah operasionalnya yang telah memiliki lebih dari 70, 5 juta subscribers serta 8, 5 miliar views, yang diperkirakan akan tetap meningkat selama beberapa tahun mendatang.