Kelengkapan Pangan dengan Permakultur, Apa Itu?

Kelengkapan Pangan dengan Permakultur, Apa Itu?

JAKARTA – Food and Agriculture Organization (FAO) dan MNC Trijaya menggelar live webinar dengan perkara “Food Heroes Day”. Acara tersebut diadakan untuk menghargai kerja para pahlawan pangan juga dalam rencana memperingati World Food Day 2020 dan Hari Jadi FAO ke 75 tahun.

Salah satu pembicara webinar tersebut, Krisna Waworuntu, anggota Bumi Langit Institute, memberikan mengenai metode Permakultur. Permakultur ialah bagaimana membuat sebuah budaya untuk mengurus kehidupan sebagai manusia. Permakultur lahir dan dirangkum dari konvensi di Indonesia, Afrika, dari orang Australia dan dibuat menjadi objek yang lebih dapat diolah.

Baca Juga: FAO dan MNC Trijaya Gelar ‘Food Heroes Day’ di Tengah Pandemi

Krisna menjelaskan, pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat sekitar terutama di daerah Bali adalah dengan jalan apa untuk hidup bersama alam dan meniru pola alam untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan.

“Jadinya, bagaimana kita berangkat memenuhi apa yg kita butuhkan tapi juga orang di sekitar kita dan itu sebenarnya dasarnya dari bagaimana kita bertani, menjaga, memproduksi pangan, dan segala halnya, itu yang menjadi dasarnya, ” ujar Krisna dalam webinar Food Heroes Day, Sabtu (31/10/2020).

 

Dia menegaskan, Permakultur tidak hanya membahas mengenai bertabur atau seputar hidup saja, melainkan juga terkait kehidupan di dunia secara luas.

“Jadi, permakultur itu sebenarnya kita membahas hidup, bukan hanya satu tempat tapi bagaimana semuanya menyatu di dalam satu sistem bagaikan bumi, ” ucapnya.

(kmj)