Jurus Ciptakan Pembangunan Berkelanjutan di Zona Ekonomi hingga Sosial

Jurus Ciptakan Pembangunan Berkelanjutan di Zona Ekonomi hingga Sosial

JAKARTA semrawut Pemerintah berupaya mendorong Tujuan Pendirian Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Pada 2030 ditargetkan pencapaian SDGs dan membutuhkan tindakan bersama-sama oleh masyarakat sipil. bisnis, awak internasional, organisasi regional dan individu.

Staf Ahli Dunia Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan Departemen PPN/Kepala Sekretariat SDGs Indonesia Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, media memainkan peran yang sangat penting di dalam mendukung dialog publik, meningkatkan pengetahuan tentang cara-cara untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan.

Baca Juga: Bisa Anggaran Rp149, 81 Triliun, Gajah Basuki Beberkan Alokasinya

“SDGs Media Compact Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hendak Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, membantu memerosokkan tindakan lebih lanjut, dan positif mendorong aksi pemangku kepentingan daripada berbagai sektor untuk Agenda 2030, ” kata dia dalam keterangannya, Minggu (6/12/2020).

SDGs disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan melibatkan 194 negara, civil society, dan berbagai pelaku ekonomi dari seluruh penjuru dunia. Rancangan ini dibuat untuk menjawab syarat kepemimpinan dunia dalam mengatasi kekurangan, kesenjangan, dan perubahan iklim di dalam bentuk aksi nyata.

Baca Juga: Menteri PUPR: Infrastruktur RI Kalah dari Singapura

SDGs ditetapkan pada 25 September 2015 & terdiri dari 17 (tujuh belas) tujuan global dengan 169target dengan akan dijadikan tuntunan kebijakan serta pendanaan untuk 15 tahun ke depan dan diharapkan dapat makbul pada tahun 2030.

Tujuan dan target tersebut meliputi tiga dimensi pembangunan berkelanjutan, yakni lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dalam mulanya, konsep SDGs diusulkan oleh Kolombia dalam government retreat dengan diadakan oleh Indonesia pada Juli 2011 di Solo sebagai anju konferensi Rio+20.

Tawaran ini kemudian dibawa oleh Bagian Informasi Publik PBB pada 64 th NGOs Conference pada September 2011 dan menghasilkan 17 usulan tujuan berkelanjutan serta target-target terpaut. Usulan ini juga banyak didiskusikan pada konferensi Rio+20, hingga men suatu resolusi yang dikenal dengan nama “The Future We Want”