Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Oleh karena itu Miliarder Baru di China

Jual Mainan, Milenial 33 Tahun Oleh karena itu Miliarder Baru di China

JAKARTA – Siapa kira, bisnis mainan akan membuat adam asal China Wang Ning menjelma miliarder baru. Kini Wang Ning mempunyai kekayaan dari Pop Mart senilai USD1, 2 milliar seimbang dengan Rp16, 8 trilliun (dengan kurs Rp14, 000).

Perusahaan Pop Mart yang berbasis di Beijing ini memanifestasikan produk berupa mainan anak-anak sesuai Labubus (mahluk kelinci dengan bulu berwarna pastel dan satu putaran gigi monster), Dimoos (alien secara kepulan rambut berbentuk kapas) dan beragam mainan lain yang sanggup menghasilkan keuntungan sekitar USD240 juta pada tahun lalu atau Rp3, 360 triliun (kurs Rp14, 000) dua kali lipat dari 2018.

Baca Juga:   Masa Kecil Jeff Bezos, dari Ditinggal Ayah Kandung hingga Punya Kakek yang Inspiratif 

Pop Mart yang berusia 10 tahun mencatakan laba bersih USD63 juta sekarang sedang mempertimbangkan untuk go public (IPO) dengan listing Bursa Efek Hong Kong sesudah putaran pendanaan USD100 juta di bulan April membuat valuasi kongsi mencapai USD2, 5 miliar. Era ini Wang Ning sedang menyiapkan Pop Mart ekspansi ke asing China.

“Visi perusahaan adalah (menjadi) kepala global dalam dunia hiburan dan budaya pop, ” kata Lisa Yuan, seorang investor di bank investasi Beijing, China Renaissance,

Kemungkinan itu, katanya, termasuk mengadaptasi properti intelektual ke dalam film dan format rencana lainnya, bagian umum dari peredaran hidup industri mainan.

Menjadi perusahaan mainan raksasa tentunya Pop Mart mempunyai visi sebagai pemimpin global dalam hiburan budaya pop. Menurut Wang Ning, saat ini generasi muda tergiring dengan produk mainan yang dia buat, dengan permodelan patung-patung kecil yang dimasukan dalam “kotak buta” sehingga membuat konsumen penasaran.

“Tidak ada yang yakin dan itulah misteri, kesenangan dan janji komersial yang istimewa dari Pop Mart. Biasanya boneka-boneka kecil dijual USD8 dalam barang apa yang disebut kotak buta yang tidak mengungkapkan mainan yang memang di dalam. Ini tren geneasi muda, ” kata Wang Ning yang berusia 33 tahun.

Baca Juga:   Jeff Bezos Makin Tajir zaman Covid-19, Kekayaannya Hampir Sentuh Rp2. 500 Triliun 

Melansir Forbes, Jakarta, Senin (6/7/2020), ide usaha ini muncul semenjak 2009 lalu, Wang yang adalah lulusan dari Universitas Zhengzhou berlatar belakang Iklan dan melanjutkan buat bekerja di Sina Corp., kongsi media digital yang bergerak di beberapa platform digital di negara itu.

Dalam perjalanan ke Hongkong, Wang menemukan rantai ritel atau LOG-ON, menjual sejumlah kosmetik, mainan dan juru bicara tulis.

Bersandarkan apa yang dia lihat, kesudahannya Wang memutuskan pada 2010 buat mengumpulkan beberapa teman kuliahnya untuk membangun toko Popmart pertama dalam pusat perbelanjaan.

Dengan modal utama mengumpulkan uang tabungan mereka. Awal mula perjalanan toko Popmart tersebut, Wang menjajakan beberapa produk seperti yang dihasilkan oleh LOG-ON, menjadi kategori terlaris yang dihasilkan, akhirnya Wang menetapkan untuk berfokus pada kategori mainan sejak 2014 silam.

Inspirasi yang didapatkan Serabutan berasal dari Gashapon yang merupakan perusahaan mainan yang mengeluarkan buatan berupa mainan secara acak dalam dalamnnya. Ketertarikan Wang dengan bagian “kejutan” membuat Wang akhirnya menggandeng Kenny Wong untuk mengembangkan usahanya tersebut.

Loading…