Heboh Tagihan Listrik Mahal, Istana: Tak Ada Kenaikan Tarif

Heboh Tagihan Listrik Mahal, Istana: Tak Ada Kenaikan Tarif

JAKARTA – Banyak masyarakat dengan mengeluhkan kenaikan tagihan listrik semasa masa pandemi covid-19. Dalam pesan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), ada pelanggan yang tagihan listriknya mengalami lonjakan cukup tinggi. Makin sampai 200%.

Membalas kehebohan tagihan listrik, Jubir Pemimpin Bidang Sosial Angkie Yudistia mengutarakan, mahalnya tagihan tersebut bukan karena kenaikan tariff listrik. Dia mengisbatkan pemerintah menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik seperti dikeluhkan awak.

Baca juga: PLN Catat Ada Pelanggan yang Tagihan Listriknya Melonjak hingga 200%

“Lonjakan tarif listrik dengan tinggi disebabkan oleh konsumsi dengan jauh lebih banyak saat kita lebih sering beraktivitas di sendi, ” kata Angkie dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6/2020).

Menurutnya, PSBB selama masa pandemi mengharuskan masyarakat lebih banyak melangsungkan kegiatan di dalam rumah. Karenanya, lanjut dia, penggunaan listrik yang juga turut mengalami peningkatan.

 

“Secara teknis, PLN juga telah menjelaskan faktor yang menyebabkan tarif listrik menjadi tinggi selama PSBB. Ada sistem cicilan carry over selama tiga bulan untuk menjaga lonjakan tagihan akibat pemakaian yang lebih banyak dibanding sebelum PSBB, ” tuturnya.

Baca juga: Kontroversi Tagihan Listrik, Ternyata 1 kWh Bisa untuk Kulkas 2 Pintu hingga TV LCD

Dia menyarankan masyarakat memantau penggunaan listrik di rumah dengan mengunduh aplikasi PLN Mobile, memantau melalui tautan pln. co. id, dan pusat kontak PLN 123. Selain itu, PLN juga menyediakan layanan baca meter melalui whatsapp resmi ke nomor 081-22-123-123.

(kmj)

Loading…