Harga Minyak Mentah Indonesia Mendarat Jadi USD67, 8/Barel

harga-minyak-mentah-indonesia-turun-jadi-usd678-barel-1

JAKARTA – Rata-rata nilai minyak mentah Indonesia ( Indonesian Crude Price/ICP ) sebesar USD67, 80 per barel dalam Agustus 2021. Harga ICP ini turun USD4, 37 per barel dibandingkan Juli sebesar USD72, 17 per barel.

Kemerosotan ini salah satunya dipicu oleh tingginya proyeksi Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) akan produksi minyak dari 24 seperseribu barel per hari menjelma 64 juta barel bagi hari pada tahun 2021 ini.

Mengaji Juga:   Menteri ESDM Usul Harga Minyak Mentah RI USD63/Barel pada 2022

“Pasokan minyak diproyeksi naik molek dari OPEC maupun Global Energy Agency (IEA). Faktor ini cukup punya pengaruh kuat dalam pergerakan ICP bulan Agustus, ” sahih Kepala Biro Komunikasi, Servis Informasi Publik, dan Kegiatan Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi di Jakarta, Jumat (3/9/2021)

Agung mengungkapkan laporan IEA mencatat adanya peningkatan pasokan minyak dunia di bulan Juli 2021 sebesar 1, 7 juta barel per hari menjadi 96, tujuh juta barel per keadaan. “Ini diperkirakan akan langsung meningkat dalam beberapa bulan ke depan, ” jelasnya.

Membaca Juga:   Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi USD72, 1/Barel

Faktor lainnya berupa penurunan tingkat pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikat sejumlah -0, 3% dibanding anggapan bulan sebelumnya menjadi enam, 1%. Selain itu, bersandarkan laporan EIA terjadi gaya peningkatan stok distillate pada Amerika Serikat sebesar 600 ribu barel dibanding periode yang sama pada bulan sebelumnya, menjadi 138, 5 juta barel.

Secara detail, Tim Harga Minyak Mentah Indonesia mengamati penyebab penurunan ICP dibanding geopolitik di kawasan Asia Pasifik. Dua penyebab sari adalah, India sebesar 200 ribu barel per hari atau 5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan level terendah di dalam 8 bulan terakhir dengan disebabkan oleh perbaikan berkala kilang dan dampak penyebaran covid varian delta.

Lalu, Jepang sebesar 480 ribu barel per hari dibanding bulan sebelumnya, disebabkan oleh pembatasan pergeseran penduduk untuk mengantisipasi penyaluran virus corona varian delta.