Hadapi Era New Normal, Pelaku Industri Harus Berinovasi

Hadapi Era New Normal, Pelaku Industri Harus Berinovasi

JAKARTA – Kementerian Perindustrian aktif memburu-buru sektor industri nasional agar bisa menciptakan terobosan baru. Inovasi adalah sebuah kunci untuk meningkatkan gaya saing dan kemandirian bangsa, dan mempersiapkan kebangkitan industri nasional di menghadapi kenormalan baru.

“Dengan berinovasi, pelaku industri dapat menjawab bermacam-macam tantangan yang dihadapi serta men produk yang berdaya saing agung. Selain itu, inovasi juga bisa meningkatkan kemandirian bangsa sehingga kita dapat lebih mencintai produk dalam negeri, mengurangi ketergantungan impor, serta siap membangkitkan industri dalam situasi new normal, ” ungkap Gajah Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir dari laman Kemenperin, Kamis (28/5/2020).

Baca Pula: BRI Jadi Merek Bank Menyesatkan Bernilai di Indonesia

Menperin mengemukakan, di tengah pandemi Covid-19, sektor industri memerlukan inovasi agar dapat terus berproduksi dan memenuhi kebutuhan pasar. Dalam sektor kesehatan misalnya, inovasi ialah kunci untuk mengakselerasi penanganan pagebluk Covid-19. “Sebagai contoh, sebelum ada wabah Covid-19, belum ada pabrik dalam negeri yang menghasilkan ventilator, tetapi dalam waktu kurang dari tiga bulan, beberapa universitas bergerak sama dengan industri bisa mengembangkannya dan siap diproduksi, ” jelasnya.

Berdasarkan informasi Departemen Kesehatan, saat ini dibutuhkan 1. 000 unit CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) transport ventilator dan Ambubag 668. Tim dari Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya yang tetap berkoordinasi dengan Kemenperin telah jadi mengembangkan berbagai jenis ventilator buat menunjang kebutuhan medis tersebut, lupa satunya jenis emergency ventilator. Makin, Tim UGM dalam waktu depan akan memproduksi ventilator bertipe fully featured atau high grade.

Menperin menambahkan, Indonesia memiliki sumber daya manusia (SDM) pabrik yang mumpuni, sehingga perlu pembinaan lebih kuat agar mampu berinovasi menghasilkan berbagai produk berkualitas serta kompetitif. “Inovasi yang mereka hasilkan juga dapat mewujudkan kemandirian zona industri dalam negeri, ” ujarnya.

Baca Serupa: Hari Pertama Ngantor, PNS Kemenko Perekonomian Wajib Jalani Rapid Test

Kemenperin menggunakan unit-unit penelitian dan pengembangan (litbang) di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI), juga langsung melakukan riset untuk menciptakan produk-produk yang mendukung penanganan pandemi Covid-19. Beberapa riset yang dilakukan, kurun lain rancang bangun Alat Penjaga Diri (APD) berupa face shield, penelitian dan pengembangan Non-PCR test kit untuk mendeteksi Covid-19, pengembangan rapid test kit untuk mendeteksi Covid-19 dengan metode lateral flow immunoassay, dan pengembangan bahan baku APD.

Kemenperin kendati terus berupaya mendorong dan memaksimalkan kemampuan sektor industri farmasi untuk mengembangkan bahan baku obat dalam negeri. “Untuk jangka panjang, Kemenperin berupaya membangun kerjasama litbang antara lembaga riset dan industri farmasi guna pengembangan bahan baku obat Covid 19, ” tambah Menperin.

Loading…