Golongan Rokan Diandalkan Kejar Produksi Patra 1 Juta Barel

Golongan Rokan Diandalkan Kejar Produksi Patra 1 Juta Barel

JAKARTA semrawut Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Udara Bumi (SKK Migas) mencatat, Daerah Kerja (WK) Rokan yang hendak dikelola oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina hulu rokan pada Agustus 2021 masih mempunyai potensi cadangan yang besar.

Karena itu, kesuksesan alih kelola blok tersebut, menjelma salah satu kata kunci keberhasilan menuju capaian target 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 BSCFD ataupun miliar kaki kubik per keadaan di tahun 2030.

  Baca juga: Puluhan Tahun ‘Puasa’, Ternyata Ini Tantangan Membangun Pabrik Minyak

Penasihat Ahli SKK Migas Satya W Yudha mengatakan, potensi cadangan patra dari WK Rokan diperkirakan masih 2 miliar barel. Dengan potensi yang ada, maka WK Rokan akan tetap menjadi tulang punggung produksi migas nasional dalam kurun waktu yang lama.

“Jadi melalui lapangan existing, optimalisasi lapangan, optimalisasi metode waterflood, steamflood, serta chemical EOR. Jadi wilayah kerja ini juga akan menjadi andalan untuk mendukung bahan produksi 1 juta barel pada tahun 2030, ” ujar Satya dalam keterangan pers, Jakarta, Selasa (24/11/2020).

  Baca juga: Top! Kilang Cilacap Siap Produksi B100 Tahun Depan

Melihat peluang tersebut, SKK Migas berupaya agar masa transisi hingga tahun 2021 dapat berjalan lancar. Upaya tersebut tidak hanya transisi terkait kesibukan operasi produksi namun juga hal krusial lainnya yakni perizinan terpaut tanah.

Tengah itu, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas Didik Setyadi menyebut, di dalam indentifikasi SKK Migas, ada tanah yang akan menjadi lokasi pemboran namun belum tersertifikasi sebagai milik Chevron Pacific Indonesia (CPI), tersedia pula tanah yang masih dimiliki masyarakat.