Era Buruk Terlewati, Kini Penjualan Mobil Merangkak Naik

Era Buruk Terlewati, Kini Penjualan Mobil Merangkak Naik

JAKARTA – Pemasaran mobil tahun ini turun garang jika dibandingkan tahun lalu kelanjutan pandemi Covid-19. Meski begitu, karakter pasar optimis pasar mobil mampu kembali bangkit tahun depan.

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, kondisi terburuk penjualan pasar mobil sudah dilalui. Menurut tempat, saat ini perlahan pasar mulai menggeliat.

“Data pasar mobil dengan terburuk itu Mei 2020. Setelah informasi adanya Covid-19 dan lockdown pertama dilakukan, pasar mobil mendarat luar biasa, ” ujarnya pada Indonesia Industry Outlook #IIO2021 secara maya, Jumat (6/11/2020).

Baca Juga:   Maaf, Sri Mulyani Tak Restui Pajak Mobil 0%

Bersandarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil di dalam September naik 30, 2% jika dibandingkan pencapaian bulan sebelumnya. Pemasaran wholesales pada September 2020 sebanyak 48. 554 unit, sedangkan di Agustus 37. 277.

Amelia melanjutkan, pada kondisi biasa di tahun 2019 penjualan mobil dalam sebulan bisa mencapai 80. 000 unit. Namun selama pandemi Covid-19 penjualan mobil turun menjelma sekitar 17. 000 unit.

“Ini penurunan luar normal. Tetapi kondisi seperti ini lembut mulai membaik, ” ungkapnya.

Amelia menuturkan, di bulan Juli mulai terlihat ada kemajuan penjualan mobil sampai dengan kamar Oktober sudah mencapai 47. 000 unit. Dibandingkan tahun lalu, rekan ritel sales turun sekitar 46%. Sementara penjualan wholesales turun lebih besar sekitar 50%.

Baca Juga:   Industri Otomotif Mulai Pulih, Menperin: Pemasaran Mobil Naik 100%

“Tapi prediksi sampai akhir tahun akan jadi lebih tertib turunnya secara wholesales sekitar 46% dan ritel sales sekitar 47%. Kami berharap tahun depan mau jadi lebih baik lagi sebab pandemi akan berkurang bahkan kita akan masuk ke era new normal, ” jelasnya.

Dia meyakini seiring dengan membaiknya keuangan masyarakat dan juga menggeliatnya ekonomi, maka pada gilirannya itu akan membeli mobil baru. “Merupakan hal yang wajar, saat konsumen sedang mengalami kesulitan keuangan kelanjutan resesi mereka memilih mobil second, ” tuturnya.