Elegan! Pertama di Indonesia, Pungutan Semarang-Demak Dibangun Pakai Buluh

keren-pertama-di-indonesia-tol-semarang-demak-dibangun-pakai-bambu-1

JAKARTA – Konstruksi pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak memakai bahan bambu. Masa ini Balai Bahan dan Struktur Bangunan Gedung, Direktorat Bina Teknik Permukiman serta Perumahan, Direktorat Jenderal Membikin Karya melaksanakan pengujian buat mengukur kelayakan bahan bambu.

Pengujian menilai kelayakan bahan bambu sebagai suatu sistem matras jawab meningkatkan daya dukung negeri dasar di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak.

“Pengujian dilakukan untuk mempersiapkan bahan bambu yang akan digunakan sebagai konstruksi matras untuk mempercepat waktu konsolidasi pada tanah di lokasi konstruksi Jalan Tol Semarang-Demak. Perbaikan kondisi negeri (soil improvement) melalui konstruksi matras bambu dilakukan sebab konstruksi tanggul laut dengan terintegrasi dengan jalan pungutan ini akan dibangun di atas tanah dengan klasifikasi very soft soil, ” jelas Kepala Balai Bakal dan Struktur Bangunan Gedung Ferri Eka Putra pada keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Pengujian yang dilakukan terdiri sejak 2 jenis yaitu uji tarik sistem matras bambu dan uji lentur bentuk matras bambu dengan arah untuk mengetahui perilaku daripada bambu yang dirangkai menjadi kesatuan sebagai matras kalau mengalami gaya tarik di dalam arah horisontal serta corak tekan pada arah lurus.

Pemeriksaan tarik sistem matras buluh dan uji lentur pola matras bambu baru kali dilakukan dan diharapkan dapat memberikan terobosan dalam solusi perkuatan tanah lunak yang murah dan tepat guna. Dengan mempertimbangkan suasana pandemi Covid-19, kegiatan pengujian dilakukan dengan menerapkan adat kesehatan yang sangat teliti dan juga disediakan fasilitasi penyaksian pengujian secara maya atau live streaming.

Pengujian dilakukan sebagai bagian dari kegiatan Full Scale Trial Embankment pendirian Jalan Tol Semarang-Demak yang merupakan proyek Balai Tumbuh Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR. Kegiatan ini diprakarsai sebab PT. Pembangunan Perumahan Semarang Demak (PPSD) selaku Institusi Usaha Jalan Tol dengan nantinya akan mengelola operasional dari Jalan Tol Semarang-Demak dan didukung oleh PT Lapi ITB selaku perencana Rincian Teknik Akhir Berkepanjangan Tol Semarang-Demak seksi 1.