Ekonomi Resesi, Ketua LPS: Arahnya Berangsur Membaik

Ekonomi Resesi, Ketua LPS: Arahnya Berangsur Membaik

JAKARTA – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadhewa mengaku optimis bahwa ekonomi Indonesia menuju pedoman yang lebih baik. Meski era ini mengalami resesi karena pertumbuhan ekonomi di kuartal III kurang 3, 49%.

Purbaya mengatakan, segi perbankan, hal ini nampak pula di bagian non-performing loan (NPL).

Baca Juga:   Arahan Jokowi Terbukti Pulihkan Ekonomi Indonesia

“Kalau kita lihat, NPL ataupun kredit bermasalah ini in line dengan kondisi ekonomi bulan Maret-Juni lalu. Ekonomi kita melambat istimewa, otomatis perbankan atau orang dengan meminjam ke bank menghadapi urusan, ” ujar Purbaya dalam IDX Channel Special Dialogue di Jakarta, Kamis(5/11/2020).

Upaya restrukturisasi pun dilakukan supaya perbankan tak mengalami perburukan di buku masa ekonomi sedang dalam masa perubahan.

Baca Selalu:   Indonesia Masuk Jurang Resesi, Pengusaha Ngapain?

“Pemerintah, Bank Indonesia (BI) telah berhasil membalikkan ekonomi di sembrono saya. NPL tidak lama lagi menjadi NPL ketika ekonomi bekerja, ” terang Purbaya.

Kuncinya, lanjut dia, adalah perbaikan ekonomi secara terus menerus. Oleh karena itu dari itu, LPS, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan BI akan tetap berkoordinasi untuk memaksimalkan segala gawai yang ada.

“Dengan cara ini, arah ekonomi kita akan berangsur membaik ke pendahuluan dan NPL akan berangsur membaik pula secara bertahap, ” ucapnya.

Jika dilihat sejak likuiditas perbankan, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sudah ada pembaruan signifikan, dengan DPK yang bertambah merata dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.