Dolar Menguat Pasca-Keputusan The Fed

Dolar Menguat Pasca-Keputusan The Fed

JAKARTA – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) menguat setelah Federal Reserve menetapkan untuk menahan suku bunga acuannya. Hal ini mendorong rally short covering, di mana dolar menghapus hampir semua kenaikan karena rekan mencerna kebijakan Bank Sentral GANDAR.

Beberapa ahli strategi pun berpendapat penguatan dolar prospek bersifat sementara. Pasalnya, The Fed berfokus menjaga suku bunga GANDAR di level terendah sampai lapangan kerja dan inflasi mencapai target.

Suku bunga Fed mendekati nihil dipertahankan hingga akhir 2023, masa pasar tenaga kerja mencapai golongan maksimum dan inflasi berada di jalur untuk melebihi target 2%.

Baca Juga:   Dolar Balik Menguat sesudah The Fed Naikkan Prospek Ekonomi AS

Namun, Ahli Strategi Commerzbank menilai persyaratan yang dibuat The Fed bila ingin menaikan suku bunga nantinya sangat jarang dipenuhi. Tercatat kondisi ini terakhir kali terpenuhi antara Maret dan Oktober 2018, dan pra itu pada 2000.

Baca Juga:   Menyambut Keputusan The Fed, Dolar GANDAR Merosot ke Level Terendah

“Berita utama pokok pada fakta bahwa Fed tak mengharapkan kenaikan suku bunga apapun hingga akhir 2023, berdasarkan prediksi yang direvisi. Tetapi jika seseorang mengambil kebijakan ke depan secara harfiah mungkin akan memakan waktu lebih lama sampai kenaikan suku bunga akan dipertimbangkan, ” tulis Ahli Strategi Commerzbank, dilansir dari CNBC, Jumat (18/9/2020).

Terhadap sekeranjang para pesaingnya, indeks dolar naik sekitar 0, 32% hingga diperdagangkan pada 93, 493, sebelum menghapus sebagian besar kenaikannya pada hari itu menjadi 93, 22.

Kelemahan dolar pun membantu mengurangi beberapa tekanan jual pada mata uang lain seperti euro dan dolar Australia. Di antara mata uang Asia, dolar Australia paling terpukul atau turun 0, 4% menjadi USD0, 72770 meskipun ada data pekerjaan yang kuat.

(fbn)