Dahlan Iskan: 30 BUMN Sudah Meninggal tapi Belum Dikubur

Dahlan Iskan: 30 BUMN Sudah Meninggal tapi Belum Dikubur

JAKARTA — Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mencatat, ada 30 perseroan pelat merah yang tidak lagi beroperasi tarnname mati suri. Meski begitu pembubaran perseroan belum dapat dilakukan.

Dari 30 BUMN tersebut, dua di antara adalah PT Merpati Nusantara Airlines dan Produksi Film Negara (PFN). Dahlan menyebut, salah satu sebab yang membuat Kementerian BUMN tak mengambil langkah pembubaran karena terkendala persoalan hukum lalu politik.

Baca Juga:   Mungkinkah Superholding BUMN Terbentuk di Tangan Erick Thohir?

Meski demikian, dia bukan menjelaskan bagaimana aspek hukum serta politik menghambat langkah pemerintah buat melakukan pembubaran.

“Minimal ada 30 BUMN yang sebetulnya sudah meninggal dunia tapi mayatnya belum dikubur. Seperti Merpati serta FPN. Ada kira-kira 30. Tinggal mengubur saja karena sudah mati dan nggak ada nafas, tapi nggak bisa karena ada halangan hukum, politik, ” ujar Dahlan dalam webinar Superholding BUMN: Mungkin dan Perlukah, dikutip Selasa (29/9/2020).

Dahlan bercerita, ketika dirinya menjabat sebagai Menteri BUMN, dia memiliki gagasan untuk membangun BUMN Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Perseroan ini berfungsi untuk menampung, BUMN yang mati suri buat dijadikan anak usaha PPA.

Baca Juga:   Erick Thohir Bahas Revisi UU BUMN, Singgung PMN hingga Dividen

Dengan begitu, langkah membubarkan BUMN mati suri dapat terselesaikan dengan menjadikan perseroan sebagai anak usaha PPA. Karena pembubaran hanya dapat dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bahkan dia menyarankan pemerintah membuat perusahaan baru ketimbang menyelamatkan BUMN yang sudah mati.

“Tapi, ini belum selesai-selesai. Misalnya ini PFN sudah mati, biarpun mau diubah menjadi pendanaan film, itu akan merepotkan, jadi sudahlah kuburkan saja oleh baik, disholawati, supaya tidak merepotkan semua yang hidup, ” kata dia.