Bisa PSC Dihapus, Harga Tiket Garuda Turun di 13 Bandara

Bisa PSC Dihapus, Harga Tiket Garuda Turun di 13 Bandara

JAKARTA – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyambut baik kebijakan penanggalan airport tax atau tarif Pelayanan Uluran tangan Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). Maskapai pelat merah ini pun jadi mengimplementasikan aturan tersebut.

Garuda akan meniadakan tarif Passenger Service Charge (PSC) pada komponen tarif tiket pesawat terhitung berangkat tanggal 23 Oktober 2020 mematok 31 Desember 2020 mendatang dalam 10 bandar udara yang dilayani Garuda Indonesia dari 13 pemilik modal udara yang telah ditentukan pemerintah.

Baca Juga:   Kemenhub Garansi Airport Tax Gratis Tidak Picu Penyebaran Covid-19

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, dengan hadirnya stimulus PJP2U menjadi langkah signifikan di tengah tantangan kinerja industri penerbangan pada masa pandemi Covid-19.

“Hadirnya stimulus PJP2U ini tentunya menjadi langkah istimewa yang kami harapkan dapat menanggung upaya pemulihan kinerja maskapai penerbangan khususnya guna meningkatkan minat asosiasi untuk kembali menggunakan layanan transportasi udara, ” ujar Irfan dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2020).

Irfan berharap, kebijakan stimulus ini dapat menganjurkan dampak positif terhadap peningkatan gaya pergerakan penumpang pada penerbangan pribumi.

Baca Juga:   Libur Panjang Akhir Oktober, Penumpang Pesawat Diproyeksi Melonjak 20%

“Kami percaya melalui sinergi ekosistem industri penerbangan yang solid ini bersama dengan regulator dan stakeholder penerbangan yang lain, menjadi pondasi fundamental dalam membantu keberlangsungan usaha yang lebih ideal bagi industri penerbangan nasional ditengah Pandemi Covid-19 ini, ” katanya.

Mantan Direktur Sempurna PT INTI ini juga membicarakan bahwa pihaknya telah memastikan kesiapan infrastruktur pendukung dalam mengimplementasikan penyesuaian tarif tiket pesawat