BI Buka Suara soal Heboh Kekayaan Koin Rp1. 000 Kelapa Sawit Dijual Rp100 Juta

BI Buka Suara soal Heboh Kekayaan Koin Rp1

JAKARTA – Uang koin Rp1. 000 tahun emisi 1993 ataupun yang bergambar kelapa sawit masih sedang menjadi perbincang warganet. Situasi itu karena di salah kepala situs belanja online, ada dengan menjual uang tersebut seharga Rp100 juta.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko menyatakan pihaknya tak mempermasalahkan adanya penjualan uang koin tersebut hingga ratusan juta rupiah. Sebab, apabila seorang kolektor merasa tersebut bernilai bersejarah dan seni dengan tinggi, maka itu tidak dilarang jika ingin membeli dengan harga berapapun.

  Baca pula: Heboh Uang Koin Rp1. 000 Kelapa Sawit Dijual Rp100 Juta, Ada Gitu yang Beli?

“Nah, itu jika dianggap sebagai koleksi dan barang unik dan antik, susah. Namun kalau uang pada waktunya nanti dianggap sebagai barang kuno tersebut harganya tergantung kesepakatan. Kalau dikumpulkan, ya silakan aja, ” kata pendahuluan Onny kepada Okezone , Minggu (21/6/2020).

Dirinya menjelaskan, biar kini harga penjualan uang koin itu mencapai ratusan juta rupiah, namun jika nilainya dalam sebuah transaksi tetap Rp 1. 000.

“Jadi jika digunakan untuk transaksi itu tetap Rp 1. 000, ” sirih dia.

  Baca juga: Heboh Uang Koin Rp1. 000 Kelapa Sawit Dijual Rp100 Juta, Ada Gitu dengan Beli?

Dirinya menyebut uang pecahan Rp1. 000 bergambar kelapa sawit itu masih dinyatakan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI sepanjang belum dicabut atau ditarik dari peredaran.

“Kalau dari kita hanya tahu kepada masyarakat, uang itu masih beredar. Jadi kalau digunakan untuk transaksi itu tetap Rp satu. 000, ” ujarnya.

Baca juga: BI Ingatkan Hukum Pidana bagi Perusak Uang Logam

Sebelumnya, Masyarakat dihebohkan dengan mahalnya makna uang koin pecahan Rp1. 000 bergambar kelapa sawit. Uang pecahan ini pun menjadi viral karena dijual di lapak e-commerce secara harga puluhan juta hingga Rp100 juta per keping.

Uang koin Rp1. 000 bergambar kelapa sawit ini tarikh emisi 1993 dan dinyatakan sedang berlaku sebagai alat pembayaran dengan sah oleh Bank Indonesia (BI).

(rzy)

Loading…