Bank Dunia: 1 Miliar Anak pada Negara Berkembang Terancam Putus Sekolah

Bank Dunia: 1 Miliar Anak pada Negara Berkembang Terancam Putus Sekolah

JAKARTA – Pandemi virus corona tak hanya berdampak sektor kesehatan dan ekonomi, bidang pendidikan turut terkena efeknya. Bahkan, diprediksi sebanyak 1 miliar anak di negeri berkembang akan putus sekolah kelanjutan wabah tersebut.

“Pembelajarannya mundur. Itu adalah masalah istimewa di negara berkembang. Kami budi ada 1 miliar anak usai sekolah di negara berkembang menunggui, sungguh, untuk pemulihan berlangsung. Jadi jika ada gelombang kedua, tersebut menjadi perhatian, ” kata President World Bank David Malpass, dilansir sejak CNBC, Kamis (15/10/2020).

Dia menekankan, dibutuhkan penanganan pandemi secara serius melalui pengembangan vaksin dan beberapa terapi. Sebab, bila tak berkecukupan menyudahi wabah ini, maka diperkirakan bakal ada penambahan sebanyak 150 juta orang jatuh ke di garis kemiskinan pada tahun 2021.

Baca Serupa:   Bank Dunia Batasi Pegawai yang Bekerja di Jakarta

“Kondisi kemiskinan dengan sangat parah di dunia sebab pandemi dan penutupan, ” katanya.

Dia menambahkan, pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19 yang tidak merata sedang terjadi pada beberapa negara yang ada di belahan dunia.

“Selain China, banyak negara berkembang bertambah buruk dari yang diperkirakan sebelumnya, jadi proses pemulihan yang tak setara ini sedang berlangsung, ” katanya.

Baca Juga:   Sri Mulyani Sebut Covid-19 Menggerus Ekonomi Global USD8, 8 Triliun

Selain itu, pemulihan ekonomi menghadapi tantangan berat bagi negara bangsat dengan padat penduduk seperti India, Ethiopia dan Nigeria. Dia pula merujuk Zambia, yang pemerintahnya sudah meminta penundaan pembayaran obligasi.

Menurut dia, diperlukan sebuah solusi jangka panjang untuk membangun negara-negara berkembang itu terbebas dibanding pandemi.