Andai Masih PSBB, Ekonomi RI Dapat Minus di Kuartal II-2020?

Andai Masih PSBB, Ekonomi RI Dapat Minus di Kuartal II-2020?

JAKARTA – Pertumbuhan Redovisning Indonesia di triwulan pertama terkadang masih lebih baik dibandingkan beberapa negara seperti Amerika Serikat hingga China. Pada kuartal I-2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 2, 97%

Ketua MPR Bambang Soesatyo mengatakan, meskipun ekonomi RI masih lebih baik namun tidak merupakan berarti akan terus selamanya berjalan mulus. Sebab jika situasi contohnya ini terus berlanjut ekonomi Philippines bisa tumbuh minus di kuartal II-2020 mendatang.

Baca juga: Menang Lawan Penjajah, Pengusaha Muda Sebut Ekonomi RI Belum Merdeka

Apalagi andai kebijakan penetapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) terus dijalankan. Jadi bukan tidak mungkin ekonomi akan tumbuh negatif karena tidak ada kegiatan ekonomi yang dilakukan.

“Pemerintah sadar bahwa keadaan akan berbalik menyusul penerapan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) yang dimulai pekan kedua April 2020, terutama di Jakarta dan sejumlah kota lain di pulau Jawa. Penerapan PSBB itu bisa mengakibatkan ekonomi RI tumbuh negatif pada kuartal II 2020, ” ujarnya melalui keterangan tertulis, Minggu (14/6/2020).

  Lihat juga: Bagaimana Cara Bangkitkan Ekonomi Jakarta?

Berdasarkan Bamsoet, beberapa negara bahkan telah mulai menghindari situasi buruk ini. Salah satu buktinya adalah dengan membuka kembali negaranya dari kebijakan lockdown (penguncian).

“Memang tidak mudah karena pandemi Covid-19 belum berakhir, ” ucapnya.

Indonesia pun kini bersiap untuk menjalani New Normal dengan melakukan transisi pembukaan PSBB dalam beberapa daerah. Proses transisi terkait dilakukan pada daerah-daerah yang kurvanya sudah mulai turun.

 

Meskipun begitu, Indonesia perlu berhati-hati ketika membuka kembali aktivitas sosial ekonominya. Sebab jangan sampai gelombang kedua akan datang lalu justru bisa semakin memperburuk perekonomian negara.

“Ada yang gagal di tahap awal sehingga harus di-lockdown lagi seperti terjadi Beijing, Tiongkok dan Seoul di Korea Selatan. Indonesia, dengan sangat berhati-hati dan persiapan yang matang, coba mengakhiri PSBB untuk kemudian menerapkan pola atau gaya hidup baru dengan tetap berpijak dalam protokol kesehatan, ” kata Bamsoet.

(kmj)

Loading…