Agar Tak Tertipu Seperti Kasus Jouska, Pelajari Dulu Apa Itu Investasi

Agar Tak Tertipu Seperti Kasus Jouska, Pelajari Dulu Apa Itu Investasi

JAKARTA – Investasi memang menjadi salah satu peristiwa yang bisa dilakukan untuk memeriksa keuntungan atau menambah pendapatan. Tetapi, sebelum investasi harus berhati- sinting agar dompet tidak jebol sebab tertipu.

Makin saat ini baru saja terjadi kasus yang menimpa nasabah daripada perencana keuangan yang terkenal dalam kalangan milenial yakni Jouska. Perencana Keuangan Andi Nugroho mengatakan, situasi terpenting yang perlu dilakukan pra investasi adalah mengenai pengetahuan. Artinya sebelum mulai terjun pada investasi harus paham terlebih dahulu mengenai instrumen investasi.

  Baca juga: Jouska Diminta Selesaikan Kejadian dengan Nasabahnya

Tujuannya adalah agar ketika menemukan hal-hal aneh ketika investasi dikelola orang lain bisa langsung menegurnya. Apalagi khusus investasi yang dikelola oleh manajemen investasi seperti reksa dana.

“Berikutnya walaupun enggak terlalu paham kita belajar sedikit deh ataupun serupa berusaha sebenarnya apa sih yang dilakukan. Kalau kemudian kita bersekolah kita lebih tahu mungkin kita enggak punya waktu menjalankannya kita perhatiin polanya. Kalau memang sudah menyimpang ditegor dalam tanda nukil, ” ujarnya saat dihubungi Okezone , Rabu (29/7/2020).

  Menyuarakan juga: Rugi Hampir Rp10 Triliun, H& M Akan Tutup Toko dan Potong Harga

Jika memang ada persetujuan dengan perencana keuangan atau tadbir investasi hendaknya dicari dahulu melanda isi kontraknya. Tujuannya adalah buat mencari tahu apakah dana dengan disetor dikelola sendiri atau mencuaikan perantara pihak ketiga.

Selain itu dicari terang juga tujuan dari saham barang apa saja yang ditempatkan. Hal itu untuk berjaga-jaga ketika ada pemberian yang tidak ditempatkan sesuai rencana atau kontrak bisa segera melapor.

“Bahkan itu kalau berdasarkan yang saya menyuarakan seolah oleh pihak ketiga tersebut yang menjalankan danannya mau dialokasikan ke mana, ditarik atau dimasukan ke mana, seperti itu. Oleh karena itu kita pelajari secara detail kontraknya sejauh mana. Apakah pihak ketiga ini memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut, ” kata Andi.

(rzy)

Loading…