6 Fakta Masker Kain SNI, Nomor 4 Tak Semudah Dibayangkan

6 Fakta Masker Kain SNI, Nomor 4 Tak Semudah Dibayangkan

JAKARTA – Pemerintah merancang standar lokal Indonesia (SNI) untuk masker. Sesuatu ini berlaku bagi seluruh jenis masker.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan langkah perumusan Rancangan Standar Nasional Indonesia (RSNI) masker dari kain dalam rangka perlindungan masyarakat.

Kemenperin melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil lalu Produk Tekstil mengalokasikan anggaran guna menetapkan RSNI masker dari kain dengan melibatkan seluruh pihak-pihak yg berkepentingan, seperti akademisi, peneliti, laboratorium uji, Satgas Covid-19 industri produsen masker kain dalam negeri.

  Baca juga: Masker Mau Dapat Label SNI, BSN: Bisa Cepat Bisa Suram

Oleh sebab itu, Jakarta, Sabtu (3/10/2020), berikut fakta-fakta soal masker ber-SNI:

1. Kemenperin Bersama BSN Menetapkan SNI Masker

Pada 16 September 2020, SNI yang disusun Kemenperin tersebut telah mendapatkan penetapan Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai Standar Nasional Indonesia (SNI) 8914: 2020 Tekstil – Masker dari kain melalui Keputusan Kepala BSN Nomor No. 408/KEP/BSN/9/2020.

“Penetapan SNI ini sejak diusulkan dalam Program Nasional Perumusan Standar (PNPS) sampai ditetapkan memakan waktu tidak sampai 5 Bulan, mengingat SNI ini merupakan kepentingan nasional dan kebutuhan yang mendesak, ” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

  Baca juga: Bagaimana Tutorial Masker Kain Dapat Label SNI?

minimal payments Masker Kain Diklasifikasikan 3 Tipe

Dalam SNI 8914: 2020, masker dari kain diklasifikasikan dalam tiga tipe, ialah Tipe A untuk penggunaan umum, Tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan Tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

SNI tersebut mengatur beberapa parameter krusial sebagai proteksi, yaiut daya tembus udara bagi Tipe A di ambang 15-65 cm3/cm2/detik, daya serap sebesar ≤ sixty detik untuk semua tipe, serta kadar formaldehida bebas hingga seventy five mg/kg untuk semua tipe.

Selanjutnya, ketahanan luntur warna terhadap pencucian, keringat asam dan basa, serta saliva. SNI 8914: 2020 juga menetapkan kadar logam terekstraksi maksimum, ketahanan terhadap pembahasan permukaan minimum melalui uji siram, kadar PFOS dan PFOA pada masker kain yang memanfaatkan anti air, serta nilai aktivitas antibakteri minimum pada masker kain yang menggunakan antibakteri.