1, 02 Juta Debitur Dapat Kelapangan Pembayaran Cicilan Kredit

1, 02 Juta Debitur Dapat Kelapangan Pembayaran Cicilan Kredit

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut keringan pembayaran kredit sudah mulai dilakukan. Apalagi, OJK menyebut sudah ada satu, 02 juta nasabah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang telah memperoleh keringan pembayaran cicilan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, dari total debitur tersebut nilai yang diberikan pengkhususan mencapai Rp207, 2 triliun. Mengenai Rp99, 36 triliun diantarannya ialah para pelaku UMKM.

  Baca juga: Cerita Pengusaha Ditolak Ajukan Keringanan Kredit ke Perbankan

Sementara buat non-bank debitur yang memperoleh keringanan cicilan mencapai 735. 111. Sejak jumlah tersebut nilai cicilan dengan diringankan mencapai Rp28, 13 triliun.

“Semua sedang berjalan, jadi masih terus rajin, ” ujarnya dalam rapat maya dengan DPR, Rabu (6/5/2020).

  Baca pula: Pengusaha Transportasi Tagih Janji Kepala soal Keringanan Kredit

Menurut Wimboh, dari mutlak debitur tersebut, bentuk keringan pembayraan cicilannya berbeda-beda. Mengingat, dampak lantaran pandemi corona untuk masing-masing debitur dan juga jumlah pinjamannya berbeda-beda.

“Kenapa itu tidak bisa dispesifikasikan detail diseragamkan karena masing-masing debitur itu beda-beda situasinya. Ada yang debitur kreditnya tinggal 3-6 bulan. Apalagi pengaruh motor ini kan tidak terlalu lama, bahkan ada yang sudah mau lunas. Dan juga kredit-kredit modal kerja untuk UMKM. Itu sangat beda, ” jelas Wimboh.

Dengan sudah banyaknnya jumlah debitur yang mendapatkan keringan kredit membuktikan jika tidak ada maslaah dalam implementasinya. Menetapi, OJK sendiri sudah mengeluarkan isyarat teknis (juknis) terkait kriteria debitur yang bisa memperoleh restrukturisasi.

“So far telah tidak ada masalah karena juknis sudah kita buat dan dikomunikasikan secara luas. Jadi kalau tersedia 1-2 tentunya segera kita tackle. Bahkan terjadi beberapa terutama pada lembaga pembiayaan menerjemahkan statement Bapak Presiden, ” kata Wimboh.

(rzy)

Loading…